Universitas Lampung
http://lemlit.unila.ac.id/index.php?go=menudua&idmenudua=144
SUSKANDINI RATIH
Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung
ABSTRAK
Isolat Pseudomonas fluorescens GI34 dan Bacillus subtilis BB01 yang diisolasi dari rizosfer
kedelai diketahui efektif menghambat pertumbuhan bakteri Xanthomonas campestris
pv.glycines penyebab pustul kedelai secara in vitro. Kedua isolat bakteri agensia hayati
tersebut selanjutnya dikembangkan dalam formulasi cair dengan bahan pembawa molase 1%
dan limbah cair tahu. Formulasi cair yang disimpan setelah 4 jam pembuatan (0 hari
penyimpanan) mengandung bakteri agensia hayati sebanyak 106 cfu/ml, tetapi populasi
bakteri agensia hayati kemudian menurun bergantung kepada lama masa penyimpanan dan
jenis bahan pembawa formulasi. Selain itu pH formulasi juga menurun menjadi asam sesuai
dengan lamanya penyimpanan, tetapi tegangan permukaan formulasi dengan bahan
pembawa berupa molase 1% meningkat hingga 180 hari penyimpanan, sedangkan dalam
bahan pembawa berupa limbah cair tahu tegangan permukaan meningkat hanya sampai 90
hari penyimpanan.
Key Words: Pseudomonas fluorescens, Bacillus subtilis, Formulasi Cair.